Tak hanya menjadikan aktivitas bercinta menjadi luar biasa, konon, skenario ini juga dipercaya bisa menggugah hasrat para pasangan hingga menuju puncak kenikmatan. Jika Anda ingin mencoba inovasi terbaru dalam aktivitas bercinta, mulailah mengekspresikannya dengan sebuah skenario kecil di awal kegiatan bercinta.
Disini akan diberikan tip rahasia ciptakan skenario kecil sebelum bercinta, di antaranya :
Aksi bugil dengan lumeran sirup cokelat
Kali ini kalian bisa berkerja sama menciptakan permainan ini menjadi lebih seru dan menantang. Caranya mudah, saatnya para kaum hawa tampil bugil dengan tubuh dilumeri sirup coklat. Sementara pasangan pria harus menutup matanya, lalu mencari dan menjilat lumeran sirup cokelat di bagian tubuh istri, sekaligus memberikan sensasi gigitan nakal. ( Bagi rumahnya yg banyak semut jgn ngelakuin dech.....ntar malah disemutin/ kesemutan )
Bangunkan pasangan dengan isapan di paha
Morning sex merupakan momen pemacu hasrat yang tak terlupakan di pagi hari sebelum beraktivitas. Untuk membangunkan pasangan Anda dari mimpi indahnya, lakukan dengan cara terbaru. Bangunkan dia dengan sedikit sensasi isapan nakal di bagian paha, hingga dia bisa meninggalkan kantuknya dan merintih kenikmatan atas sensasi yang Anda berikan. Lalu lanjutkan aksi ini dengan sebuah seks oral untuk menuju pertempuran hebat bersama Anda.
Mandi bersama dengan cahaya lilin
Sebelum melepaskan kelelahan Anda dan pasangan di malam hari dengan beristirahat, atur waktu yang tepat dan selipkan skenario kecil dengan kegiatan nakal: Mandi bersama ditemani cahaya lilin. Kini saatnya Anda bebas berekpresi dan menciptakan suasana menjadi menyenangkan, seperti menyabuni tubuh satu sama lain. Bisa juga dengan memberikan kecupan di bagian leher hingga payudaranya, lalu lanjutkan dengan pertempuran panas yang manis. (hati hati tuh lilin kena badan........)
Labels: Tentang Bercinta
ANDA jangan salah bermain strategi saat menjalani hubungan percintaan. Ingatlah bahwa wanita lebih senang mengawali "permainan" dengan sebuah rangsangan seksual.
Rangsangan seksual yang terjadi pada awal permainan atau tahapan "foreplay" memang menjadi bumbu pemanis hubungan seksual. Saat itulah wanita ingin mendapatkan cumbuan, pelukan, dan kecupan mesra dari Anda hingga akhirnya larut dalam hubungan seks sesungguhnya. ( Betul gak hai kaum hawa ??? )
ada beberapa langkah untuk memanaskan hubungan Anda dan pasangan di ranjang, di antaranya:
Nonton film
Anda mungkin gemar menonton film di bioskop bersama pasangan. Namun kali ini, Anda bisa menonton film di rumah saja. Pasalnya film yang Anda tonton bukanlah film biasa, melainkan ada bumbu seksualitas. ( X1, X2, XXX............. Mau tukaran film boleh juga, apa perlu dikirim filmnya juga ??? )
Saat menikmati setiap adegan film panas itu, Anda tak ada salahnya meminta tanggapan pasangan untuk mempraktikkannya. Jika dia setuju, Anda tak perlu ragu lagi memodifikasi setiap gaya dan posisi bercinta yang membuat Anda dan pasangan merasa nyaman.
Novel romantis
Apabila Anda belum mempunyai koleksi film beradegan seks, tak ada salahnya mengganti media lain yang bisa menyulutkan gairah seks Anda dan pasangan. Kini, Anda bisa memanfaatkan novel yang mengkisahkan cerita romantis atau karangan Annie Arrows.
Usai membaca, Anda bisa menceritakan kisah romantis dalam novel tersebut kepada pasangan. Tak masalah jika Anda menceritakan secara detail adegan bercinta yang di antara tokoh utama. Siapa tahu si dia tertarik ingin mencobanya.
Pijatan sensual
Pelukan atau ciuman mesra dapat memacu gairah seks pasangan lebih bergelora. Namun jika ingin variasi lain, Anda bisa mencari foreplay yang lain. Misalnya, Anda memberikan pijatan sensual pada bagian penting tubuh pasangan. Rasakan setiap sensasi dari jari-jari tangan si dia. Jangan lupa keduanya sudah membersihkan badan, agar si pemijat steril tangannya dan yang dipijat tidak keluar daki ketika dipijat.
SELAMAT MENIKMATI..............
Labels: Tentang Bercinta
Siapa sih yang enggak jengkel kalau lagi enak-enaknya terbuai mimpi lalu dibangunkan hanya untuk berintim-intim? Hingga yang terjadi adalah penolakan dengan nada mangkel, "Yang bener saja dong. Gw kan capek dan mengantuk nih!" Padahal, boleh jadi saat itu hasrat pasangan memang betul-betul menggebu dan tak bisa tertahankan lagi.
Iya sih kita memang perlu berusaha memakluminya, tetapi bagaimana dengan "polusi" yang justru membuat kita jadi tambah tak bergairah? Bukankah saat tertidur biasanya mulut pun mengeluarkan bau tak sedap yang bisa mengganggu? Sementara untuk menjalani ritual bersih-bersih ke kamar mandi sebelum berintim-intim juga kaki terasa berat. "Ih..dingin," begitu kita berkilah.
Berbagai alasan penolakan semacam itu, sah-sah saja sepanjang tak menyinggung perasaan pasangan. Akan tetapi, "coba, deh, seandainya posisi tersebut kita balik. Bagaimana kalau kita yang meminta kesediaan pasangan untuk berintim-intim di tengah malam buta seperti itu, lalu dia menolak atau minimal menunjukkan sikap ogah-ogahan?"
Harusnya nih, masing-masing pihak mengapresiasikan ajakan pasangan. "Bukankah ajakan berintim-intim merupakan ekspresi rasa cinta dan kerinduan pasangan kepada kita? Dengan kata lain, pasangan masih membutuhkan kita sebagai partner." Soal waktu, bisa kapan saja, kok, entah pagi, tengah hari bolong, sore, atau tengah malam buta sekalipun.
Balas Dendam
seks adalah rekreasi.( betul gak ?? ) Jadi, seks seyogyanya dijalani sebagai sesuatu yang menyenangkan kedua belah pihak alias tak boleh ada satu pihak pun yang merasa tertekan atau terpaksa melakukannya.
"Sayangnya, secara kualitatif suamilah yang umumnya jadi pihak pengambil inisiatif, sementara mayoritas penolak adalah istri dengan berbagai dalih yang memang masuk akal tadi." Jika cuma sekali-dua kali ditolak, sih, mungkin tak mengapa. Namun bila keseringan atau tiap kali minta langsung ditolak mentah-mentah, "bukan tak mungkin, lo, suami bakal uring-uringan atau malah muncul bentuk-bentuk reaksi yang sama sekali tak diharapkan." ( Cari yang laen mungkin ?? )
Bahkan, bisa berdampak lebih buruk dari itu semisal balas dendam dengan sengaja tak mau menyentuh istrinya sama sekali, atau malah memanas-manasinya dengan bikin affair di luaran. Celaka, kan? Soalnya, penolakan untuk urusan yang satu ini bisa dianggap sebagai penghinaan terhadap harga diri suami, lo!
Ambil Sisi Baiknya
Itu sebab, jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut dan tak segera dipecahkan, "bisa jadi runyam karena minimal berujung pada ketidakpuasan pasangan yang memperbesar peluang terjadi perceraian." Soalnya, orientasi seks para suami memang lebih bersifat fisik. Artinya, bagaimana ia bisa ereksi sampai mencapai ejakulasi. Aspek lain di luar hal-hal tadi tak terlalu dipertimbangkannya. Sebaliknya, orientasi para istri biasanya lebih pada ungkapan cinta kasih yang psikis sifatnya, seperti bagaimana nyamannya dipeluk dan diyakini bahwa ia memang benar disayangi/dicintai.
Bagaimanapun, "sebaiknya keinginan pasangan untuk berintim-intim jangan langsung ditolak. Ambil sisi baiknya sajalah." menyambut keinginan/permintaan pasangan untuk berintim-intim, sekalipun kita lagi nyenyak-nyenyaknya tidur, merupakan bunga-bunga perkawinan dan sarana rekreasi bersama. "Bukankah bila kedua belah pihak sama-sama menikmati, seks justru diyakini mampu melepas kepenatan atau tekanan keseharian?"
Jikapun terpaksa menolak, dianjurkan agar kita mengemukakan hal yang benar-benar menjadi alasan, jangan malah terkesan mencari-cari alasan. Selain itu, sampaikan pula dengan cara santun agar tak menyinggung perasaan suami.
Beri Alternatif
Bila kebutuhan masing-masing pihak dirasa tak terjembatani, tak ada salahnya suami-istri membuat konsensus. "Buatlah semacam perjanjian bersama. Misal, sebisa mungkin jangan menolak bila pasangan ingin berintim-intim tengah malam, atau tentukan hari-hari tertentu yang siangnya tak terlalu menguras energi mereka." Dengan begitu, saat tengah malam yang disepakati bersama tiba, mereka berdua sudah betul-betul siap, dari segi fisik maupun mental.
Jika cara ini bisa diupayakan, kebutuhan pasangan untuk berintim-intim bisa terpuaskan sementara hubungan suami-istri pun tak terganggu. Soalnya, tak dapat dipungkiri seks merupakan salah satu penyangga utama keutuhan rumah tangga. "Nah, bukankah untuk menjaga keutuhan rumah tangga, kedua belah pihak harus melakukan berbagai upaya?"
Bila perlu, tambahnya, istri bisa memberikan alternatif pilihan bila memang kondisinya tak memungkinkan sementara si suami tetap menginginkan. Misal, ditunda esok malam atau setidaknya sampai pagi setelah energi si istri pulih kembali, atau istri tetap melayani tapi jangan salahkan jika memberi "servis" seadanya alias sambil terkantuk-kantuk.
Pendekatan Bertahap
Sebetulnya, sikap saling mengerti, mau bertenggang rasa, dan kesediaan menyelami arti kebersamaan merupakan bekal penting sekaligus kunci keberhasilan suami-istri untuk berintim-intim. Hingga, "tak ada kata lain selain keindahan jika di tengah keheningan malam, suami-istri bisa saling berbagi," tambahnya.
Namun, perlu mengingatkan agar para suami tak BTL alias Bapak Tembak Langsung, melainkan lakukan pendekatan secara bertahap alias jangan lupakan foreplay. "Dengan begitu, istri merasa dihargai, diperlakukan penuh kasih sayang dan dilindungi, lebih dari sekadar objek untuk mendapatkan kepuasan." Kendati demikian, ingatnya lagi, foreplay sebaiknya juga jangan terlalu lama. "Bisa-bisa pasangan malah mengantuk!"
Soal pemilihan waktu berintim-intim, sepenuhnya berada di tangan suami-istri, yang biasanya disesuaikan kebutuhan dan kelonggaran waktu mereka. Kalaupun ada yang memilih malam, boleh jadi dianggap saat yang tepat karena malam praktis mereka tak lagi direpotkan oleh urusan pekerjaan maupun anak. Selain karena malam suasananya lebih tenang dan relaks, hingga mereka merasa lebih bisa menaruh konsentrasi pada aktivitas berintim-intim tanpa banyak "gangguan teknis". Khawatir ketahuan anak-anak, misal.
Lebih Suka Pagi
kecenderungan memilih waktu malam untuk berintim-intim sudah mengalami pergeseran karena mayoritas suami-istri jaman sekarang, terutama di kota-kota besar, adalah pasangan bekerja. Tak jarang jam kerja cukup panjang, ditambah lagi keruwetan lalu lintas yang membuat mereka meninggalkan rumah seharian. Begitu tiba di rumah malamnya, seolah energinya sudah terkuras habis. Yang ada di benak mereka cuma pikiran untuk istirahat dan tidur. Kalaupun muncul keinginan berintim-intim, mereka lebih suka menangguhkannya pagi hari saat kondisi tubuh dirasa sudah bugar kembali dan siap tempur.
Namun, tak sedikit pula yang tetap enggan melakukan aktivitas berintim-intim di waktu pagi. Soalnya, meski kondisi tubuh sudah bugar kembali, mereka justru cenderung terburu-buru alias harus bergegas memulai hari baru dengan setumpuk tugas yang sudah menanti. Berintim-intim di waktu pagi justru dikhawatirkan mengacaukan jadwal mereka. "Wah bisa-bisa bos marah besar karena aku telat ngantor!", contohnya.
Nah, agar tak telat berangkat kerja sementara hasrat berintim-intim pun bisa terpuaskan, tak sedikit pasangan yang memilih jalan tengah. Artinya, di waktu malam saat lelah, mereka hanya saling berpelukan dan membelai saja. Akan tetapi begitu tubuh kembali fit esok harinya, mereka bisa menuntaskan keinginan yang tertunda untuk berintim-intim tadi. cara semacam ini sah-sah saja ditempuh, bahkan dianjurkan. Toh, di saat kondisi tubuh capek, mereka hanya butuh rangsangan-rangsangan psikologis berupa belaian, pelukan atau sebatas ngobrol hangat seputar hal-hal romantis sebagai bekal perangsangan untuk esok hari.
tak sedikit wanita ternyata cenderung lebih menyukai aktivitas berintim-intim dilakukan di waktu pagi karena beban pikiran akibat kesibukannya seharian sudah jauh berkurang. Selain itu, "secara fisiologis, darah di sekitar penis akan membanjir saat pagi, hingga penis akan tegang karena kencang dan penuh. Tentunya kondisi ini lebih menguntungkan bagi kedua belah pihak," tentunya.
Lakukan Kesenangan Pasangan
Yang penting, kapan pun waktu yang dipilih, aktivitas berintim-intim seyogyanya ditujukan semata-mata untuk saling berbagi dan memuaskan pasangan. Bagi pasangan yang mengutamakan kebersihan, misal, menjelang tidur, toh, bisa mandi dan gosok gigi. Kalaupun suka, boleh saja berdandan dan memakai wewangian lebih dulu. Dengan begitu, ketika hasrat berintim-intim muncul di waktu malam, tak lagi merasa risih dengan segala macam bau-bauan yang mengganggu. Kendati tak sedikit pula suami-istri yang malah menyenangi bau khas/asli pasangannya.
Melakukan hal-hal yang disenangi pasangan adalah hal yang perlu dilakukan untuk mencapai kepuasan berdua. Sebaliknya, melakukan hal-hal yang merugikan akan membuat hubungan seks jadi hambar. Itu sebab, dianjurkan hindari pula mengucapkan kata-kata yang sekiranya bakal menyinggung perasaan pasangan. Kalaupun pasangan belum mandi, hingga badannya masih lengket dan bau keringat, misal, tak perlu menolaknya dengan kasar ketika ia menunjukkan hasratnya berintim-intim. Toh, bisa dipilih kata-kata yang lebih menyenangkan dan pantas atau enak didengar, semisal, "Gimana kalau Papa mandi dulu biar segar? Kalau perlu Mama siapin air hangat, deh."
Jadi, berintim-intim sebetulnya bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, ( asal jangan sama siapa saja ya ... ) karena soal waktu hanya merupakan faktor pendukung. Yang terpenting justru suasana, kata-kata/komunikasi dan tindakan yang membuat pasangan merasa nyaman. Niscaya kehidupan rumah tangga akan bertambah hangat. SEMOGA
Labels: Tentang Bercinta
Bagi banyak pasangan, inisiatif untuk bercinta dianggap hanya pantas dilakukan oleh kaum pria. Lagi-lagi, hal ini disebabkan norma keluarga yang mengatakan bahwa seks adalah sesuatu yang tabu dibicarakan, dan hal-hal semacam itu. Namun saat menikah Anda akan menyadari bahwa perempuan memiliki keinginan untuk bercinta sebesar keinginan kaum pria, hanya saja perempuan tidak menyatakannya. Kelak, Anda pun akan mendapati bahwa keengganan Anda untuk menunjukkan hasrat, sikap risih Anda saat berhubungan, hanya akan memadamkan keinginan suami untuk bercinta dengan Anda.
Bila Anda ingin hasrat Anda pada pasangan terus meningkat, atau bagaimana agar suami menginginkan Anda lebih dari sebelumnya, baca apa saja keinginan pria terhadap pasangannya saat di ranjang.
Buat inisiatif, dan tunjukkan sikap antusias.
Coba ingat, kapan terakhir kali Anda mengajak suami Anda bercinta? Pernahkah Anda menyampaikan kepada suami bahwa hasrat Anda sedang memuncak? Mungkin Anda menganggap siapa yang berinisiatif duluan tidak penting, karena pada akhirnya Anda berdua akan bercinta. Namun bagi pria, inisiatif menunjukkan bahwa Anda memang berhasrat padanya. Karena itu, jangan hanya mengirim sinyal-sinyal seperti membuka kancing blus Anda. Si Dia tak akan menganggap hal tersebut sebagai inisiatif, kecuali Anda langsung mencium lehernya atau membelai bagian lain tubuhnya yang sensitif.
Ganti gaya.
Man is creature of habit, begitu kata pepatah. Begitu kita menemukan sesuatu yang kita suka, kita akan terus melakukannya. Begitu pula dengan seks. Jangan terpaku pada ritual "belai, cium, lalu penetrasi". Jika bercinta hanya begitu saja, Kama Sutra tak akan ada. Cara termudah untuk mencari alternatif bercinta adalah memilih waktu, tempat, dan gaya yang berbeda. Pancing dia dengan mengirimkan SMS berisi "undangan bercinta" saat masih di kantor, dan biarkan ia penasaran begitu bertemu di rumah. Namun jaga agar hasrat tersebut masih terasa. Jangan karena Anda sibuk menyiapkan permainan, akhirnya suami tertidur kecapekan.
Adventure.
Lakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya, seperti bercinta di tempat yang sedikit terbuka. Misalnya, kamar Anda di lantai dua, dengan balkon di depannya. Buka saja pintunya, lalu nikmati rasa berdebar-debar bahwa tindakan Anda akan kepergok orang lain. Anda juga bisa saling bertukar fantasi dengan suami, dan coba sekali-sekali wujudkan fantasi tersebut. Tentu saja, semua harus didiskusikan lebih dahulu. Anda berhak menyampaikan bila Anda merasakan sakit, misalnya.
Jangan malas.
Anda hanya diam menikmati setiap belaian suami, namun enggan melakukan hal yang sama padanya. Ayolah, seks adalah memberi dan menerima. Bila Anda belum tahu apa keinginannya, tanyakan saja. Anda juga harus rela melakukan sesuatu yang hanya dinikmati satu pihak saja; contohnya oral sex. Bila kekurangan ide, coba ikuti adegan-adegan dalam film Hollywood.
Percaya diri.
Masih banyak perempuan yang enggan bertelanjang di depan pasangannya, entah karena risih atau karena malu menampakkan bagian tubuh yang kurang sempurna. Padahal, bertelanjang di depan suami juga menunjukkan hal penting lain: bahwa Anda bersedia mengkomunikasikan semua hal secara terbuka, termasuk hasrat seksual Anda. Adalah tugas Anda untuk mengekspresikan kebutuhan Anda kepada suami, begitu pula sebaliknya. Yang penting adalah bagaimana kesenangan dan kepuasan Anda saat menghabiskan waktu berdua.
Beri perhatian. Saat sudah memiliki anak, Anda mungkin akan merasa bahwa seks hanya menjadi kewajiban antara suami dan istri. Anda tak lagi menikmatinya, karena sudah kehabisan energi saat mengurus anak. Berhentilah untuk berpikir bahwa anak adalah satu-satunya yang butuh perhatian Anda. Berikan pula perhatian Anda untuk suami; meskipun secara kuantitas tak sesering dulu namun secara kualitas tetap 100%.
Bicara dari hati ke hati.
Tidak ada yang lebih menyebalkan daripada bertengkar mengenai seks. Maka, sebelum suami mulai sering telat pulang meninggalkan Anda mengurus anak sendirian, biasakan membicarakan apa pun sejak awal. Mungkin Anda memiliki keinginan yang berbeda dengan suami. Namun, Anda bisa mendahulukan sesuatu yang penting bagi hubungan Anda berdua.
Ketertarikan fisik.
Mungkin perut Anda sedikit berlemak, atau bokong sedikit mengendur. Tak usah berkeluh-kesah mengenai hal tersebut. Bila suami Anda mengatakan bahwa Anda seksi, memang begitulah Anda di matanya. Kerisauan yang berlebihan tentang penampilan Anda justru akan membuat Anda kecewa dan tidak mampu memberikan yang terbaik bagi suami.
Labels: Tentang Bercinta
Blog Index
- Aksesoris (1)
- Articles (1)
- Bau Badan (1)
- Berat Badan (1)
- In English (1)
- Kecantikan Tubuh (4)
- Payudara (1)
- Rambut (2)
- Resep Jamu (5)
- Tentang Bercinta (4)
- Tentang Yoga (1)
- Tips Berbusana (1)
- Tips Ciuman (1)
